Halmaheranesia – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Maluku Utara kembali menggelar kegiatan capacity building bagi jurnalis sebagai upaya meningkatkan kapasitas media dalam mendukung diseminasi kebijakan ekonomi dan keuangan.
Kegiatan bertema “Sinergi Media untuk Informasi Berkualitas dan Berkelanjutan” yang berlangsung selama dua hari itu diikuti oleh 30 jurnalis dari berbagai media lokal maupun kontributor media nasional.
Kepala Seksi Kehumasan KPw BI Provinsi Maluku Utara, Safrizal Ariq Al Aziz, menyampaikan apresiasi kepada seluruh media partner yang selama ini menjadi mitra strategis Bank Indonesia dalam menyebarluaskan berbagai program dan kebijakan kepada masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh rekan-rekan media yang telah hadir. Media partner merupakan salah satu stakeholder utama Bank Indonesia, khususnya dalam membantu mendiseminasikan berbagai kebijakan dan program yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat Maluku Utara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan capacity building ini secara rutin diselenggarakan untuk memfasilitasi peningkatan kompetensi jurnalis, khususnya yang meliput sektor ekonomi dan keuangan.
Tahun ini, kata dia, kegiatan mengusung tema pariwisata dan diselenggarakan di Meti Cottage, Kabupaten Halmahera Utara. Pemilihan lokasi tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia memperkenalkan potensi destinasi wisata sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.
“Kami mencoba menghadirkan konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan memperkenalkan salah satu destinasi wisata di Maluku Utara. Kami berharap rekan-rekan media dapat ikut mempromosikan Meti Cottage maupun destinasi wisata lainnya agar semakin dikenal, tidak hanya di Maluku Utara, tetapi juga di tingkat nasional,” katanya.
Selain mengangkat sektor pariwisata, kegiatan ini juga menghadirkan materi mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia jurnalistik.
“Materi tersebut diharapkan dapat membantu para jurnalis meningkatkan efektivitas dan kualitas proses kerja tanpa mengabaikan prinsip-prinsip jurnalistik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku Utara yang diwakili Deputi Kepala Perwakilan, Fadhil Muhammad, menegaskan bahwa media memiliki posisi yang sangat strategis dalam keberhasilan implementasi kebijakan publik.
Menurutnya, setiap kebijakan pemerintah maupun Bank Indonesia tidak akan berjalan efektif apabila pesan yang ingin disampaikan tidak diterima dan dipahami dengan baik oleh masyarakat.
“Saya meyakini tidak ada kebijakan publik yang dapat tereksekusi secara efektif tanpa dukungan media. Setiap kebijakan memiliki tujuan dan manfaat yang harus dipahami masyarakat, dan media menjadi jembatan untuk menyampaikan pesan tersebut,” kata Fadhil.
Ia menjelaskan, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), Bank Indonesia memiliki mandat menjaga stabilitas nilai rupiah, stabilitas sistem pembayaran, serta turut menjaga stabilitas sistem keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan mampu menciptakan lapangan kerja.
Karena itu, lanjut Fadhil, komunikasi publik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap kebijakan Bank Indonesia, termasuk kebijakan moneter maupun pengendalian inflasi.
Ia mencontohkan, ketika BI mengambil kebijakan menaikkan BI Rate, masyarakat perlu memahami alasan di balik kebijakan tersebut sehingga terbentuk ekspektasi yang positif terhadap kondisi ekonomi nasional.
“Pesan kebijakan harus tersampaikan secara jelas agar masyarakat mengetahui bahwa Bank Indonesia hadir menjaga stabilitas ekonomi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” ujarnya.
Fadhil juga menyoroti pentingnya peran media dalam pengendalian inflasi. Ia menjelaskan, strategi pengendalian inflasi dilakukan melalui empat pilar atau 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.
“Aspek komunikasi yang efektif inilah yang membutuhkan peran besar media. Berbagai upaya seperti Gerakan Pangan Murah, rapat koordinasi pengendalian inflasi, hingga kebijakan yang diambil pemerintah dan Bank Indonesia perlu diketahui masyarakat melalui pemberitaan yang akurat dan berkualitas,” pungkasnya.





