06
November
2026
Jumat - : WIB

Menaker Kunjungi Pusat Pelatihan IWIP, Perkuat Pengembangan Kompetensi Tenaga Kerja

advertorial halmaheranesia
November 6, 2026 pada Kabar Daerah

Halmaheranesia – Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., mengunjungi PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) pada 1–2 November 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia industri dalam pengembangan tenaga kerja kompeten, sekaligus mendorong penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan industri.

Dalam siaran pers yang dikirim ke media menyebutkan, Menaker dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda, di antaranya penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Kolaborasi Strategis Pembangunan Tenaga Kerja Kompeten antara PT IWIP dan Kementerian Ketenagakerjaan, serta memberikan kuliah umum mengenai K3 kepada karyawan IWIP.

Prof. Yassierli juga berkunjung ke fasilitas pelatihan alat berat. Didampingi Presiden Direktur PT IWIP, Kevin He beserta jajaran manajemen, Menaker mendapatkan pemaparan mengenai program pelatihan yang diselenggarakan perusahaan untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal memasuki dunia industri.

Terhitung sejak 2019 hingga Oktober 2026, program pelatihan PT IWIP telah diikuti oleh 71.808 peserta. Program ini mencakup enam bidang pelatihan, dengan jumlah peserta terbanyak pada pelatihan Dump Truck 10 Roda sebanyak 34.672 orang, disusul pelatihan Welder sebanyak 16.739 orang. Sementara itu, pelatihan Excavator diikuti oleh 9.945 peserta, Loader sebanyak 8.230 peserta, Trailer sebanyak 1.173 peserta, dan Forklift sebanyak 1.049 peserta.

Melalui program ini, calon tenaga kerja yang belum memiliki keterampilan yang relevan akan mendapatkan pelatihan keterampilan secara gratis sesuai bidang yang diminati. Selama mengikuti pelatihan, peserta juga memperoleh berbagai fasilitas penunjang, mulai dari konsumsi, akomodasi, asuransi kesehatan, alat pelindung diri (APD), hingga sertifikat tanpa dipungut biaya. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta berkesempatan mengikuti proses seleksi untuk bekerja di perusahaan.

Di hadapan ratusan peserta pelatihan, Prof. Yassierli berpesan agar para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia mengingatkan bahwa setiap peluang di dunia kerja tetap memiliki persyaratan dan tahapan seleksi yang harus dipenuhi. Selain kompetensi, ia juga menekankan pentingnya menjadikan keselamatan kerja sebagai prioritas utama.

“Keselamatan kerja sangat penting. Istilahnya safety first. Tidak ada yang lebih penting dari keselamatan kerja. Saat teman-teman nanti bekerja, pastikan dapat bekerja dengan selamat dan kembali ke rumah dengan selamat. Karena itu, pelatihan terkait aspek safety juga harus benar-benar dikuasai,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menteri Ketenagakerjaan menegaskan pemerintah ingin mendorong kemajuan industri yang berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan pekerja. Menurutnya, hal tersebut membutuhkan hubungan industrial yang harmonis melalui kolaborasi dan sinergi yang baik antara manajemen perusahaan dan pekerja.

Ia juga berharap pertumbuhan investasi dapat diikuti dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja, sehingga para pekerja memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas secara optimal dan memperoleh kesejahteraan yang lebih baik.

Presiden Direktur PT IWIP, Kevin He, menyampaikan harapannya agar kolaborasi antara pemerintah dan dunia industri dapat terus diperkuat guna membuka lebih banyak kesempatan bagi tenaga kerja lokal untuk berkembang. Menurutnya, keberhasilan pembangunan industri tidak hanya diukur dari pertumbuhan investasi, namun juga dari kontribusinya terhadap peningkatan kompetensi dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan membuka lebih banyak kesempatan bagi tenaga kerja lokal untuk berkembang bersama industri. Bagi kami, keberhasilan

pembangunan industri tidak hanya diukur dari pertumbuhan investasi, tetapi juga dari kontribusinya dalam meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan masyarakat. Terima kasih atas dukungan dan sinergi yang telah terjalin,” ujar Kevin.

Usai mengunjungi fasilitas pelatihan, rombongan melanjutkan kunjungan industri dengan meninjau sejumlah fasilitas operasional IWIP, di antaranya Quality Control Room Smelter, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), serta area pelabuhan Peninjauan ini memberikan kesempatan bagi rombongan untuk melihat secara langsung aktivitas operasional dan proses kerja di berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan industri di kawasan IWIP.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

copyright halmaheranesia
MENU