Halmaheranesia – Calon wali kota dan wakil wali kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen dan Ahmad Laiman (MASI-AMAN) menyiapkan sejumlah program jika terpilih, di antaranya di sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata.
Program-program tersebut disampaikan MASI-AMAN saat berkampante di Desa Somahode, Kecamatan Oba Utara, Selasa, 15 Oktober 2024.
Kampanye pasangan calon nomor urut 1 ini didampingi 17 anggota DPRD terpilih yang disambut secara meriah oleh masa pendukung dan simpatisan.
Muhammad Sinen, dalam orasinya menyebutkan, sektor penting meningkatkan ekonomi masyarakat harus melalui sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata.
Baginya, sebagian besar masyarakat di Tidore pulau maupun daratan Oba memiliki profesi sebagai petani, nelayan, dan usaha UMKM di sektor pariwisata.
“Jadi kami akan bersinergi dengan pihak DPRD untuk merumuskan kebijakan pembangunan maupun peningkatan ekonomi yang selaras dengan kebutuhan masyarakat di Kota Tidore Kepulauan lima tahun kedepan,” ungkap Ayah Erik, sapaan akrab Muhammad Sinen.
Ia menjelaskan, sektor pertanian ini sangatlah penting, sehingga solusinya harus ada gudang pengawet sebagai sentral penampung hasil-hasil produksi pertanian seperti bawang, rica, tomat, hingga sayur-mayur.
Pemerintah, kata dia, harus hadir menjawab kebutuhan masyarakat, terutama memastikan akses pasar terhadap petani atau nelayan. Mengenai ini, instansi teknis seperti dinas pangan dan lainnya akan terlibat memprioritaskannya.
“Jadi para petani, baik itu di Tidore pulau maupun di daratan Oba, cukup fokus bertani merawat hingga tiba masa panen,” kata Ayah Erik.
Lalu sektor perikanan, secara teritorial perairan Tidore tidak terlalu menjanjikan secara potensial, tetapi para nelayan di Tidore bisa mendapatkan hasil tangkapan lewat perairan di kabupaten/kota yang memiliki potensi hasil perikanan yang tinggi, seperti Halmahera Selatan dan beberapa kabupaten/kota lainnya.
“Jadi kita sebagai pemerintah harus berkoordinasi secara baik dengan dinas perikanan maupun DPRD, untuk menghadirkan berbagai fasilitas perikanan tangkap yang memadai, supaya masyarakat nelayan dengan mudah mendapat hasil yang maksimal,” ungkapnya.
Sehingga itu, baginya Tidore harus memiliki storage berkapasitas besar, berfungsi untuk menampung mengawetkan dan menjamin agar hasil perikanan tetap bermutu, jadi hasilnya bisa dikelola secara maksimal.
“Selain itu, untuk sektor pariwisata juga bakal dibenahi dari sisi fasilitasnya. Ada beberapa titik yang menjadi spot wisata seperti Pulau Maitara, Taman Pantai Tugulufa, hingga beberapa benteng bersejarah,” ucapnya.
“Sehingga Kota Tidore punya daya tarik tersendiri lewat sektor pariwisata, saya yakin pasti banyak yang datang berkunjung ke kota ini,” tambahnya.
Menurutnya, para pelaku UMKM maupun industri kreatif perlu diberi ruang melalui pembiayaan lewat tangan pemerintah.
“Generasi muda kita di Kota Tidore ini punya kemampuan, punya ide, serta gagasan yang cukup kreatif, maka ke depan event-event harus diperbanyak sehingga para milenial bisa tumbuh besar lewat kreativitas mereka,” pungkasnya.





