Halmaheranesia – Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara, Kuntu Daud, mengajak masyarakat untuk tidak lagi salah memilih pemimpin Maluku Utara.

“Halsel kita lihat sudah 21 tahun, tapi bagini-bagini saja. Ngoni pe (masalah tapal) batas ini sampe sekarang tara abis-abis tapi ngoni tara tobat-tobat pilih pa dorang e? Sapa yang salah? Tong samua salah, termasuk saya juga salah karena pilih pa dorang. Tong kira dong bae-bae,” ungkap Kuntu Daud, saat menyampaikan orasi politik di Desa Gandasuli, Halmahera Selatan, Selasa, 22 Oktober 2024.

Saat itu, Kuntu menjadi pembuka dalam kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Provinsi Maluku Utara nomor urut 1, Husain Alting Sjah dan Asrul Rasyid Ichsan (HAS).

Dalam orasi itu, Kuntu menekankan kepada warga desa untuk memilih calon pemimpin yang bisa memerhatikan masyarakatnya dan bukan sekadar obral janji.

Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan, warga harus jeli memilih calon pemimpin. Sebab, jika salah pilih nanti, maka akan sama pula dengan pemimpin sebelumnya.

Kuntu mengaku, salah satu alasan Sultan Tidore maju pilkada lantaran Maluku Utara membutuhkan sosok pemimpin yang jujur dan bersih dari korupsi, serta merakyat. Belum lagi, lanjut dia, kondisi Maluku Utara saat ini ditimpa banyak masalah. Mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga pembangunan infrastruktur.

“Olehnya itulah Sultan turun tangan selamatkan Maluku Utara bersama kita semua,” jelasnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *