Halmaheranesia – Kepala Sekolah (Kepsek) Menengah Kejuruan atau SMK Negeri 4 Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, TM, resmi dilaporkan ke Polsek Kayoa, Halmahera Selatan.

TM dilaporkan atas dugaan kekerasan dan penganiayaan terhadap siswi dengan nomor: LP-B/01/I/2025/Polsek tertanggal 22 Januari 2024.

Korban kekerasan adalah seorang murid perempuan kelas XI. Saat ini korban tengah menjerit kesakitan akibat luka lebam parah yang dideritanya pada bagian bokong. Ia terpaksa tidur dengan posisi tengkurap.

Dugaan kekerasan dan penganiayaan ini terjadi di halaman sekolah di Jalan Koko Buas Nomor 01 Desa Bajo, Kecamatan Kayoa, Halmahera Selatan, pada Senin pagi, 20 Januari 2025 setelah kegiatan upacara.

Korban menceritakan, ia dianiaya oleh kepala sekolah dengan cara memukul pantatnya memakai sepotong kayu.

“Saya dipukul kepsek pakai kayu sangat kuat,” tuturnya saat dihubungi pada Selasa, 21 Januari 2025.

Korban mengaku, usai dipukuli, kepala sekolah meminta 15 pelajar lainnya ikut memukuli korban dengan kayu yang sama secara bergilir. TM memerintahkan setiap siswa memukuli korban masing-masing sebanyak 5 kali.

Ia menyebutkan, mendapat kekerasan dan penganiayaan karena tidak masuk sekolah dalam beberapa waktu.

“Saya juga sudah memberikan alasan kenapa saya tidak sekolah,” tandasnya.

Kata Kepala Sekolah, Hanya Sekali Pukul

Kepala Sekolah SMK Negeri 4 Halmahera Selatan, TM saat dikonfirmasi halmaheranesia mengaku, ia memukulnya lantaran siswa tersebut sudah tak ke sekolah selama dua minggu.

TM juga mengaku, bahwa masalah ini sudah diselesaikan oleh pihak kepolisian bersama keluarga korban.

“Untuk masalah ini sudah ditangani pihak kepolisian bersama keluarga dari siswa. Dan saya sudah mengklarifikasi dan meminta maaf ke pihak keluarganya,” ujar TM melalui telepon, Rabu, 22 Januari 2024.

Ia menuturkan, siswa tersebut dipukul hanya sekali dengan menggunakan rotan kayu. Sementara berita yang menyebutkan 15 siswa ikut diminta untuk memukul itu dianggapnya berita hoaks.

“Saya harap berita yang beredar itu penting diklarifikasi karena itu hoaks tidak benar, karena saya hanya pukul pe dia cuman satu kali,” jelasnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *