Halmaheranesia – Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin, mengungkapkan perlunya percepatan konektivitas akses jalan atau infrastruktur di Kecamatan Mandioli Utara.
Hal itu disampaikan Helmi saat berkunjung sekaligus silaturahmi ke Desa Pelita dalam suasana lebaran hari keempat, Kamis, 3 April 2025.
“Jadi sudah ada beberapa skema yang telah disiapkan pemerintah daerah (pemda) nantinya. Namun, perumusannya saat pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah disiapkan saat ini,” ungkap Helmi.
Ia mengaku, Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, juga menginginkan pembangunan dari segi infrastruktur harus menggunakan pendekatan zonasi. Tetapi tidak menutup kemungkinan ada opsi atau skema lain.
Artinya, kata dia, dipararelkan antara infrastruktur yang dibangun untuk mengoneksikan seluruh wilayah agar bisa berkorelasi dengan pertumbuhan ekonomi.
“Jadi harapnya nanti perumusan perencanaannya itu kita akan ketemu di titik tengah antara perencanaan daerah dan perencanaan yang ada di desa,” kata Helmi.
Selain itu, pemerintah daerah dan pemerintah di tingkat desa bisa berkolaborasi untuk mengatasi problem yang dihadapi secara bersama.
“Pada 2024 kemarin secara bertahap mulainya dibangun ruas jalan mulai dari Desa Galala, Jiko, dan Bahu. Insyaallah akan berlanjut pembangunannya minimal skalanya jalan sirtu,” jelasnya.
“Karena kami telah mencermati kemudian melihat potensi di Pulau Mandioli secara keseluruhan, kebetulan di Desa Pelita juga punya pelabuhan besar yang bisa dimanfaatkan secara baik,” sambungnya.
Selanjutnya, menurut Helmi, pemerintah daerah bakal memikirkan perencanaan yang matang supaya 13 desa secara keseluruhan di Pulau Mandioli memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik.
“Karena keinginan kami adalah mengupayakan mobilitas manusia maupun barang jasa itu bisa tercapai secepatnya jika indikator tersebut terpenuhi. Maka kami optimistis pastinya ada pertumbuhan ekonomi di situ,” pungkasnya.





