Halmaheranesia – Koalisi Save Sagea dan Simpul Jatam (Jaringan Advokasi Tambang) Maluku Utara melaksanakan aksi kampanye menyoroti proses penambangan dan industri yang dilakukan oleh PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) sejak tujuh tahun terakhir.

Aksi ini digelar di depan Landmark Kota Ternate, Maluku Utara, Minggu, 31 Agustus 2025.

Dinamisator Simpul Jatam Maluku Utara, Julfikar Sangaji, menyebutkan aksi bertajuk “7 Tahun PT IWIP Membunuh Kami” bertujuan mengingatkan dan merefleksikan kepada publik bahwa di usia ketujuh tahun PT IWIP telah memperpanjang kerusakan dan perampokan ruang hidup yang terjadi di Pulau Halmahera.

“Selama tujuh tahun perusahaan ini beroperasi telah memberikan daya rusak secara besar kepada kehidupan warga di Pulau Halmahera. Yang terbaru, mulai dari udara dan perairan di Pulau Halmahera, khususnya di Halmahera Tengah itu sudah terkontaminasi dengan limbah logam berat,” ujar Julfikar.

Ia menjelaskan, potret kerusakan yang dilakukan oleh PT IWIP terhubung dengan daya rusak yang terjadi di beberapa pulau-pulau kecil, seperti Pulau Gak, Gebe, dan Fau di Halmahera Tengah.

“Karena kita tahu operasi perusahaan di beberapa pulau kecil itu hampir semua menyuplai ore nikelnya ke perusahaan IWIP, sehingga daya rusak yang dilakukan oleh IWIP bukan hanya di Pulau Halmahera tetapi beberapa pulau-pulau kecil,” jelasnya.

Julfikar menegaskan, bahwa pemerintah juga seharusnya segera menghentikan operasi perusahaan yang akan melakukan ekspansi ke Kecamatan Patani Barat, Halmahera Tengah.

“Jadi harus dihentikan IWIP bukan melindungi IWIP, karena kita pantas harus katakan bahwa IWIP adalah etalase kejahatan dari negara dan korporasi,” tegasnya.

Sementara dari Koalisi Save Sagea, Rifya Rusdi menambahkan, aksi ini merupakan sebuah refleksi selama tujuh tahun operasi perusahaan PT IWIP yang perlahan-lahan membunuh kehidupan warga di Halmahera Tengah.

“Bahwa katanya perusahaan tersebut menyejahterakan rakyat, tapi malah membuat kami masyarakat semakin susah, mulai hutan dan sungai kami hampir setiap hari rusak dan hilang,” pungkasnya.

_____

Reporter: Musmaulana

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *