Halmaheranesia – Yayasan Agraria Kepulauan (YASK) Maluku Utara menggelar kegiatan Talk Show season “Mimbar Fala” di Lapangan Sepakbola Kelurahan Fitu, Kota Ternate pada Minggu, 30 November 2025.
Kegiatan bertajuk ‘Merajut Asa Menuai Rasa: Tradisi Gastronomi Kepulauan Negeri Rempah’ ini dipandu Rajif Duchlun, jurnalis halmaheranesia.
Dalam sesi ini menghadirkan empat pembicara, di antaranya Fauzia Rasyid, dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXI, Dr. Syahyunan Pora, akademisi Unkhair, Rinto Taib dari Dinas Kebudayaan Kota Ternate, serta Mahmud Ichi dari jurnalis.
Ketua YASK Maluku Utara, Hamdani Rais mengatakan, nilai gastronomi di Maluku Utara, khususnya Ternate dalam perjalanannya selalu berbaur dengan tradisi dan kebudayaan.
Hamdani mengaku, dalam menggali serta menjaga nilai-nilai gastronomi di Maluku Utara, harus ada dorongan secara filosofi dan akademik. Seperti memperkenalkan kegunaan dan nilai manfaat kekayaan alam, yakni rempah yang mulai kehilangan identitasnya.
“Dengan demikian, makanan tidak sekadar untuk kebutuhan fisiologi tubuh akan tetapi ia terpaut dengan memori, bahkan menyangkut dengan ingatan dan identitas,” ucap Hamdani.
Hamdani menilai, dalam menghidupkan kembali semangat Kota Rempah di Ternate, perlu adanya kolaborasi dari tingkat masyarakat hingga berbagai pihak dengan latar belakang spesifikasi keilmuan yang berbeda-beda.
Ia berharap, konsep gastronomi harus didasari oleh kondisi masyarakat berbasis kepulauan. Secara ekologis, kondisi masyarakat Maluku Utara paling rentan ketika berhadapan dengan beragam isu tantangan global serta isu pangan.
“Sehingga rempah tidak sekadar tampil sebagai icon semata, tapi menjadi kekuatan dari identitas masyarakat kita,” jelasnya.
“Saya berharap ke depan ada agenda-agenda yang mengusung tema-tema khas urban dan kepulauan semacam ini, isu lingkungan, dan kebudayaan harus menjadi perioritas kita,” pungkasnya.





