Halmaheranesia – Kelompok Pecinta Alam (KPA) Bokimaruru akan menggelar Jambore Pecinta Alam ke-XI se-Maluku Utara pada 5–8 Januari 2026. Kegiatan tahunan ini dipusatkan di Sagea Riverside, Desa Sagea, Kabupaten Halmahera Tengah.
Jambore dengan tema ‘Merajut Konservasi, Menjaga Keberlanjutan’ ini sebagai upaya memperkuat solidaritas dan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Jambore tersebut diikuti oleh berbagai komunitas pecinta alam dari sejumlah wilayah di Maluku Utara.
Ketua Panitia Jambore Pecinta Alam ke-XI, Rifya Rusdi, mengatakan jambore ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarkomunitas, tetapi juga sebagai ruang konsolidasi gerakan konservasi di tengah meningkatnya ancaman krisis ekologis.
Menurutnya, kerusakan hutan, pencemaran sungai dan laut, serta ekspansi industri ekstraktif telah memberikan dampak langsung terhadap ruang hidup masyarakat. Sehingga jambore ini menjadi momentum penting untuk menyatukan kesadaran dan gerakan kolektif dalam menjaga lingkungan.
“Selama kegiatan berlangsung, berbagai agenda dilaksanakan, di antaranya diskusi lingkungan, pendidikan konservasi, penguatan kapasitas organisasi pecinta alam, serta kegiatan lapangan yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga alam dan keberlanjutan,” katanya.
Ia menegaskan, bahwa tema tersebut dimaknai sebagai upaya menyatukan pengetahuan, pengalaman, dan aksi nyata para pecinta alam dalam merawat hubungan harmonis antara manusia dan alam, sekaligus memastikan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.
Ia berharap, melalui Jambore Pecinta Alam ke-XI se-Maluku Utara ini, diharapkan lahir komitmen bersama untuk terus menjaga kelestarian alam Maluku Utara, memperkuat jejaring perjuangan lingkungan, serta mendorong peran aktif generasi muda sebagai penjaga dan pembela alam.
“Jambore ini menjadi pengingat bahwa merawat alam berarti merawat masa depan, dan menjaga keberlanjutan merupakan tanggung jawab bersama,” pungkasnya.





