Halmaheranesia – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Dobang Timur Perkasa, Kelurahan Kayu Merah, Kota Ternate Selatan, memastikan menu keringan selama Ramadan tetap higienis, terdistribusi secara efektif, dan tepat waktu.
Kepala SPPG Kayu Merah, Dzuhrinnisa Nurqhosanah Razak, menjelaskan hingga memasuki pekan ketiga bulan Ramadan, menu keringan tetap berjalan stabil tanpa ada kendala maupun masalah saat distribusi ke penerima manfaat.
“Alhamdulillah berkat kerja sama juga kolaborasi yang kuat antara SPPG, ahli gizi, koki, dan pihak mitra, pekerjaan semua kebutuhan teknis terlaksana secara baik tampa adanya masalah,” ungkapnya.
Ia menerangkan, mulai dari proses sortir menu, tahap persiapan hingga packing, diawasi oleh ahli gizi, asisten lapangan (aslap) agar kualitas makanan tetap terjaga.
“Kami sangat berupaya memberikan pelayanan secara prima, sebab menu yang dikonsumsi ini kebanyakan anak usia dini dan balita. Jadi yang paling kami perhatikan dan utamakan adalah kandungan gizi maupun protein terpenuhi sesuai yang dianjurkan,” kata Dzuhrinnisa.
Dzuhrinnisa juga menuturkan, hingga sejauh ini pihaknya selalu berkomunikasi baik oleh pihak sekolah dan mitra. Hal itu dilakukan untuk mengamati jika ada masukan maupun kritikan supaya mudah dibenahi apabila ada kendala di lapangan.
“Sejauh ini kami amati setiap menu yang didistribusi ke tiap sekolah berjalan aman, apabila ada kesalahan bisa saja langsung disampaikan. Kami akan terima dan jadikan pelajaran serta evaluasi agar tidak terulang kembali,” jelasnya.
Sementara itu, Mitra Yayasan Dobang Timur Perkasa, Achmad Fauzi, menambahkan selaku mitra pihaknya memastikan setiap kebutuhan yang diperlukan SPPG tetap bisa terpenuhi sesuai dengan kebutuhan.
“Pada prinsipnya kita ingin berkolaborasi berikan manfaat terbaik terhadap anak-anak kita dan masyarakat, sebab sangat penting demi menjaga kesehatan dan juga gizi para siswa,” ucapnya.
Pihaknya mengaku selalu memberikan penegasan kepada SPPG maupun para relawan, selalu menjaga kebersihan, memerhatikan sampah maupun sisa limbah makanan tetap terkontrol dengan baik.
“Karena dapur kita kan berada di tengah pemukiman masyarakat, jadi kami tidak mau karena faktor sampah warga merasa terganggu,” sebut Fauzi.
Sehingga itu, pihaknya juga menyediakan sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL), selalu intens mengawasi kebersihan dapur, dan juga kebersihan lingkungan sekitar.
“Kehadiran MBG ini memberikan manfaat yang luar biasa terhadap peserta didik, allhamdulillah kita juga bisa berdayakan masyarakat untuk tetap bisa bekerja demi menopang kebutuhan mereka,” tambahnya.
Fauzi berharap, selaku mitra sangat membutuhkan komitmen dan kerja-kerja kolaborasi bersama KSPPG dan juga pihak sekolah. Tentu yang terpenting adalah komunikasi agar bisa aktivitas ini tetap berlangsung dengan baik.
“Kami mengajak kepada seluruh pihak terutama perangkat SPPG agar bekerja dengan hati saling mendukung. utamakan kualitas serta pelayanan supaya bermanfaat baik terhadap penerima manfaat kita,” pungkasnya.





