Halmaheranesia – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,3 mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis pagi, 2 April 2026. Gempa yang terjadi pada koordinat 1,21 LU – 126,25 BT atau sekitar 128 kilometer timur Bitung itu memiliki kedalaman 18 kilometer.

Guncangan kuat tidak hanya dirasakan di Sulawesi Utara, tetapi juga hingga Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara. Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, baik rumah warga maupun fasilitas umum.

Salah satu bangunan yang terdampak cukup parah adalah Gereja Kalvari di Kelurahan Lelewi. Selain itu, beberapa rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari retak ringan hingga rusak berat.

Kondisi pascagempa juga sempat terekam dalam sejumlah video yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat puing-puing bangunan berserakan, sementara warga panik dan berusaha menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.

Pemerintah Kota Ternate bergerak cepat dengan mendirikan posko penanganan dampak gempa.

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, bersama jajaran turun langsung untuk memastikan penanganan awal berjalan.

Posko tersebut dipusatkan di gedung eks kantor wali kota lama dan difungsikan untuk mendata dampak kerusakan, khususnya di wilayah Kecamatan Batang Dua.

“Ada rumah warga dan rumah ibadah di Batang Dua yang mengalami kerusakan. Saat ini data masih kami himpun dan rekap. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan,” ujar Rizal.

Mewakili Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Warga juga diminta untuk terus mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah setempat.

“Kami berharap warga, khususnya di Batang Dua, termasuk pendeta dan camat, dapat aktif memberikan informasi terkait perkembangan situasi di lapangan,” pungkasnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *