Halmaheranesia – Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) menggelar Forum Perangkat Daerah Tahun 2026 dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan arah kebijakan pembangunan daerah yang lebih terarah, partisipatif, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Bupati Haltim, Ubaid Yakub, menegaskan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur tengah memasuki periode kedua kepemimpinan bersama Wakil Bupati masa jabatan 2025–2029, di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Karena itu, diperlukan kerja keras, sinergi, dan percepatan langkah untuk mewujudkan pembangunan daerah yang lebih maju dan berdaya saing.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Halmahera Timur saat ini berada pada tahap awal implementasi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045. Tahap awal tersebut difokuskan pada pembangunan fondasi transformasi menuju visi besar “Halmahera Timur Tanbirahi Maju, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan.”

Tema Musrenbang RKPD Tahun 2027 yang diangkat adalah “Meningkatkan Sistem Pelayanan Publik, Kapasitas Sumber Daya Manusia dan Responsivitas Pemerintah Daerah.” Tema ini merupakan penjabaran dari visi dan misi pembangunan daerah yang telah dirumuskan pemerintah daerah.

Berdasarkan hasil Musrenbang tingkat kecamatan di 10 kecamatan, tercatat sebanyak 282 usulan prioritas, yang terdiri dari 206 usulan bidang infrastruktur, 57 usulan bidang perekonomian, dan 19 usulan bidang sosial budaya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pendekatan bottom-up melalui aspirasi masyarakat dan pendekatan top-down dari kebijakan pemerintah pusat. Selain itu, pelaksanaan program prioritas nasional seperti Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau quick win turut menjadi perhatian, termasuk peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Bupati berharap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan delegasi kecamatan dapat berperan aktif serta fokus pada isu-isu strategis yang menjadi prioritas pembangunan tahun 2027. Ia juga menekankan pentingnya berpedoman pada RPJMD 2025–2029 serta rencana strategis masing-masing OPD.

Sebagai penegasan, Bupati menyampaikan beberapa arahan penting, di antaranya kepala OPD harus proaktif dan responsif terhadap kebutuhan prioritas pembangunan daerah, setiap kegiatan harus memiliki output yang jelas baik dari sisi lokasi maupun volume, serta rencana kerja (Renja) harus menjadi penjabaran konkret dari Renstra OPD tahun 2027.

Selain itu, kerja sama, koordinasi, dan sinergi antar pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar perencanaan pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Melalui forum ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan kontribusi terbaik dalam merumuskan program pembangunan yang efektif, efisien, dan tepat sasaran demi kemajuan Halmahera Timur.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *