Halmaheranesia – Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menghadiri Rapat Koordinasi Pemenuhan Data Program Strategis Nasional (Pro SN) pemerintah kabupaten/kota se-Maluku Utara yang digelar di Hotel Bela, Rabu, 20 April 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperkuat sinkronisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan program strategis nasional yang menjadi prioritas pemerintah pusat.
Rizal mengatakan, sejumlah program nasional memiliki indikator dan target capaian yang pelaksanaannya berada di tingkat daerah. Karena itu, penyelarasan RPJMD dengan program nasional dinilai penting agar arah pembangunan daerah tetap terintegrasi dengan kebijakan pemerintah pusat.
“Semangat dari rapat ini adalah menyelaraskan program daerah dengan program nasional. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan coaching clinic untuk memastikan indikator-indikator yang dimasukkan melalui aplikasi monitoring dan evaluasi Bappenas dapat dinilai dengan baik oleh Kementerian Dalam Negeri,” ujar Rizal.
Menurutnya, rapat koordinasi tersebut menjadi bukti keseriusan Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama 10 pemerintah kabupaten/kota dalam mendukung dan menyinergikan kebijakan pusat dengan program pembangunan di daerah.
“Pesan yang ingin disampaikan adalah Pemprov Maluku Utara dan seluruh kabupaten/kota benar-benar serius dalam menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah,” katanya.
Rizal menjelaskan, dalam RPJMD terdapat sejumlah program nasional yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, di antaranya penanganan kawasan kumuh, pengentasan kemiskinan, penurunan angka stunting, hingga program prioritas lainnya.
Rizal mengaku, melalui rapat koordinasi tersebut, pemerintah daerah dapat mengevaluasi sejauh mana capaian program-program strategis yang telah dilaksanakan.
“Melalui rapat ini, kita dapat melihat sejauh mana capaian dari program-program tersebut,” ucapnya.
Ia menambahkan, secara umum pemerintah daerah telah menjalankan berbagai kebijakan nasional melalui program masing-masing, meskipun memiliki nama dan pendekatan yang berbeda di setiap daerah.
“Misalnya dalam pengentasan kemiskinan, nama program bisa berbeda, tetapi tujuan akhirnya tetap sama, yakni menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.





