Halmaheranesia – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda menghadiri langsung launching program kegiatan Dinas Sosial Tahun Anggaran 2026 yang dirangkaikan dengan penyerahan berbagai bantuan sosial di Benteng Oranje, Ternate, Senin, 25 Mei 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, unsur Forkopimda, Wakil Wali Kota Ternate Nasri Abubakar, Sekretaris Daerah Kota Ternate Rizal Marsaoly, serta jajaran pemerintah lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Sherly menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Sosial yang dinilai terus hadir memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Terima kasih kepada Kadis Sosial dan seluruh jajaran yang selalu melayani masyarakat dan memberikan yang terbaik saat warga membutuhkan bantuan,” ujar Sherly.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah menyerahkan sebanyak 11 ribu paket sembako gratis kepada masyarakat kurang mampu. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan hewan kurban berupa 11 ekor sapi bantuan Presiden RI Prabowo Subianto untuk seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara, dengan bobot mencapai satu ton.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan terhadap berbagai program sosial di daerah. Menurutnya, meski pertumbuhan ekonomi Maluku Utara terus mengalami peningkatan, masih terdapat berbagai persoalan sosial yang perlu mendapat perhatian serius, terutama di sektor kesehatan.
Ia menjelaskan, saat ini Maluku Utara telah berstatus Universal Health Coverage (UHC) Prioritas sehingga masyarakat bisa langsung mendapatkan pelayanan di rumah sakit tanpa terkendala pembiayaan.
“Masih banyak warga yang bingung ketika sakit harus ke mana. Padahal Maluku Utara sudah UHC prioritas. Jadi masyarakat bisa langsung ke rumah sakit karena semuanya sudah diaktivasi dan dibiayai oleh pemprov, pemkab, dan pemkot,” katanya.
Untuk mempermudah akses layanan tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga akan menyiapkan video tutorial mengenai proses aktivasi layanan kesehatan dan administrasi BPJS bagi masyarakat.
Selain sektor kesehatan, Pemprov Maluku Utara juga terus memperkuat dukungan bagi nelayan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Gubernur menyebutkan, sekitar 700 nelayan telah masuk dalam proses pengajuan KUR, sementara 130 nelayan lainnya sudah diproses oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
“Kendala utama saat ini masih pada proses administrasi slip dari OJK,” jelasnya.
Di bidang sosial, Sherly juga mengapresiasi dukungan Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam penyediaan bantuan kaki palsu bagi penyandang disabilitas.
Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya membantu mobilitas penerima, tetapi juga membuka kembali peluang hidup dan usaha masyarakat.
“Bahkan ada penerima bantuan yang kini sudah bisa beraktivitas kembali dan membangun usaha coffee shop. Pemerintah juga akan membantu biaya pendidikan penerima kaki palsu,” ungkapnya.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Maluku Utara turut menyerahkan bantuan kursi roda, alat musik untuk gereja di Batang Dua dan Sibenpopo, serta memastikan pembangunan kembali rumah ibadah melalui program CSR.
Di sektor pendidikan, Sherly mengungkapkan pemerintah juga tengah menyiapkan program Sekolah Rakyat yang direncanakan mulai menerima siswa baru pada Agustus mendatang. Seluruh calon siswa nantinya akan didata agar memperoleh akses pendidikan secara merata.
Sementara di sektor peternakan, Pemprov Maluku Utara kembali menyerahkan bantuan 100 ekor sapi kepada masyarakat. Sherly menyebutkan, selama masa kepemimpinannya sekitar 500 ekor sapi telah disalurkan dan jumlah tersebut akan kembali ditingkatkan menjadi 150 ekor pada tahun ini.
“Kalau mau mengajukan bantuan sapi, langsung koordinasi dengan Pak Wakil Gubernur,” pungkasnya.





