Halmaheranesia – Dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Pemberdayaan Masyarakat Desa Gamlamo melalui Pelatihan Pembuatan Spray Anti Nyamuk Alami Berbahan Dasar Pala” di Desa Gamlamo, Kecamatan Jailolo, Halmahera Barat, pada Minggu, 21 Juni 2026.

Kegiatan tersebut merupakan upaya memperkenalkan pemanfaatan daging buah pala sebagai bahan baku pembuatan spray anti nyamuk alami yang ramah lingkungan sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Dalam pelatihan tersebut, Azawiah Hi. Umar selaku pemateri menjelaskan berbagai bahan yang digunakan dalam pembuatan spray anti nyamuk berbahan dasar pala. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan produk yang diikuti secara aktif oleh seluruh peserta.

Pada sesi praktik, Azawiah menerangkan bahwa tahapan awal dalam proses pembuatan spray diawali dengan ekstraksi daging buah pala sebelum memasuki proses selanjutnya.

“Proses pertama adalah ekstraksi bahan pala menggunakan alkohol 70 persen,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa produk yang diberi nama Palamara by Unkhair ini tidak hanya berfungsi sebagai anti nyamuk, tetapi juga efektif digunakan sebagai repellent untuk berbagai jenis serangga lainnya.

“Produk ini tidak hanya berfungsi sebagai anti nyamuk, tetapi juga dapat digunakan sebagai repellent terhadap berbagai jenis serangga lainnya,” pungkasnya.

Anggota tim PKM, yang juga dosen Prodi Sastra Indonesia, Ulfah Dwi Januarti, S.S., M.Hum., mengatakan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat mengenai pemanfaatan daging buah pala yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

“Kami juga berharap pengetahuan yang diperoleh hari ini dapat mendorong pemanfaatan daging buah pala yang merupakan hasil alam Maluku Utara yang selama ini kurang dimanfaatkan atau memiliki nilai jual yang relatif rendah menjadi produk yang lebih inovatif, sehingga dapat membuka peluang usaha serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Ulfah juga berharap, agar pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat terus dikembangkan melalui praktik mandiri oleh peserta.

“Berharap bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan hari ini saja, tetapi dapat ditindaklanjuti oleh peserta, baik mahasiswa maupun masyarakat melalui praktik dan pengembangan produk secara mandiri,” harapnya.

Dalam praktik pembuatan produk, peserta diperkenalkan pada tahapan pengolahan daging buah pala yang telah dikeringkan dan dihaluskan. Bahan tersebut kemudian dimaserasi menggunakan alkohol selama empat hari untuk memperoleh ekstrak senyawa aromatik yang terkandung di dalam pala.

Setelah proses ekstraksi selesai, cairan hasil rendaman disaring sebanyak tiga kali menggunakan kain kasa untuk memisahkan ampas dan endapan sehingga diperoleh ekstrak yang lebih jernih. Tahap berikutnya ialah penambahan gliserin sebagai pelembap sekaligus penstabil produk serta phenoxyethanol yang berfungsi sebagai bahan pengawet.

Peserta selanjutnya mengikuti sesi praktik pengemasan dengan menuangkan spray yang telah selesai diproses ke dalam botol semprot berkapasitas 300 ml. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengalaman langsung mengenai proses pengemasan produk yang siap digunakan maupun dipasarkan.

Pelatihan juga diisi dengan sesi product testing. Produk Palamara by Unkhair disemprotkan oleh peserta agar mereka dapat mengenali aroma serta karakteristik produk secara langsung. Pada kesempatan tersebut kembali dijelaskan bahwa Palamara dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk mengusir nyamuk, tetapi juga berbagai jenis serangga lainnya.

Sebagai penutup kegiatan, setiap peserta menerima produk spray anti nyamuk yang telah dibuat selama pelatihan. Selain memperoleh pengalaman praktik, peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai proses produksi, manfaat produk bagi kesehatan dan lingkungan, serta peluang pengembangannya sebagai produk kewirausahaan berbasis potensi lokal.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat yang mengikuti pelatihan. Tim pelaksana kegiatan terdiri atas Sulmi Magfirah, S.S., M.Hum., Ulfah Dwi Januarti, S.S., M.Hum., Dhini Yustia WS., S.S., M.A., Azawiah Hi. Umar, Azhari Rizki, Alrihzan Faruk, Muhammad Aqil Maulana Talib, dan Fahmi N. Bayan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *