Halmaheranesia – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengajak Ikatan Kekeluargaan Sihida Ngori Kecamatan Jailolo Selatan untuk terus memperkuat solidaritas dan menjaga semangat persaudaraan sebagai modal utama dalam mendukung pembangunan daerah.
Ajakan tersebut disampaikan Rizal saat menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Kekeluargaan Sihida Ngori Kecamatan Jailolo Selatan Tahun 2026 yang berlangsung di Pendopo Kesultanan Ternate, Sabtu, 18 Juli 2026.
Dalam sambutannya, Rizal menegaskan, Maluku Utara dibangun di atas sejarah panjang persaudaraan dalam bingkai Moloku Kie Raha, yang terdiri atas Kesultanan Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan. Menurutnya, nilai persatuan, gotong royong, serta saling menghormati yang diwariskan para leluhur harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
“Perbedaan bukanlah alasan untuk berpisah, tetapi menjadi kekuatan untuk saling melengkapi. Nilai-nilai persatuan inilah yang harus terus kita wariskan kepada generasi penerus,” ujar Rizal.
Ia menilai kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kuatnya modal sosial masyarakat. Hubungan kekeluargaan yang tetap terpelihara akan memperkuat rasa memiliki terhadap kampung halaman dan mendorong masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah, meski berada di berbagai tempat.
Rizal mengapresiasi keberadaan Ikatan Kekeluargaan Sihida Ngori yang dinilai mampu menjaga tali silaturahmi sekaligus menjadi wadah untuk menyatukan gagasan, memperkuat solidaritas, dan melahirkan kontribusi nyata bagi masyarakat Sidangoli dan Kecamatan Jailolo Selatan.
“Organisasi seperti ini bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi menjadi jembatan yang mempererat persaudaraan serta melahirkan berbagai gagasan dan program yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sekda juga menegaskan bahwa Kota Ternate terbuka bagi seluruh paguyuban dan organisasi kekerabatan tanpa membedakan asal daerah. Menurutnya, setiap organisasi memiliki ruang yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Aspirasi Menguat, Warga Sidangoli Ingin Masuk Bergabung Wilayah Ternate
Aspirasi agar wilayah Sidangoli, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, kembali menjadi bagian dari Kota Ternate mengemuka dalam forum musyawarah tersebut.
Aspirasi tersebut disampaikan tokoh masyarakat Sidangoli, Haji Ahadi Abas. Menurutnya, pengembalian Sidangoli ke wilayah administratif Kota Ternate bukan hanya didasari hubungan historis dengan Kesultanan Ternate, tetapi juga diharapkan menjadi solusi untuk mengangkat kembali perekonomian masyarakat.
Dalam sambutannya, Haji Ahadi menuturkan Sidangoli memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan Kesultanan Ternate. Pada masa lalu, hasil bumi dari wilayah tersebut, baik hasil laut maupun pertanian, menjadi bagian dari upeti dan kontribusi bagi kemakmuran Kesultanan.
“Sidangoli dan Ternate itu satu. Sejarah mencatat hasil bumi kami masuk ke Keraton Ternate. Oleh karena itu, kami meminta Pemerintah Kota Ternate untuk bisa menarik kembali Sidangoli masuk ke wilayah Ternate,” ujarnya yang disambut tepuk tangan para peserta.
Selain aspek sejarah, ia juga menyoroti kondisi ekonomi masyarakat Sidangoli yang dinilai mengalami penurunan sejak ada aktivitas penyeberangan feri Ternate–Jailolo.
Menurutnya, ketika jalur feri tersebut masih aktif, Sidangoli menjadi pintu utama penghubung Ternate dengan daratan Halmahera. Namun, setelah aktivitas penyeberangan beralih ke Jailolo, banyak usaha masyarakat kehilangan sumber penghasilan.
“Dulu Sidangoli menjadi urat nadi transportasi. Sekarang banyak warga, terutama anak-anak muda, terpaksa merantau ke Obi dan Weda untuk mencari pekerjaan,” katanya.





