Halmaheranesia – Sejumlah siswa di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia (MAN IC) Halmahera Barat dilaporkan ke Polda Maluku Utara usai diduga melakukan pengeroyokan terhadap seorang teman kelasnya yang berinisial FF (17 tahun).
Berdasarkan informasi yang diterima halmaheranesia, pengeroyokan tersebut diduga dilakukan oleh 20 orang teman kelas dari FF sendiri di salah satu ruangan yang berada di depan ruang tunggu Asrama MAN IC Halmahera Barat pada Minggu, 17 Agustus 2025, pukul 22:30 WIT.
FF diduga dipukul lantaran ia terlalu memberikan perintah kepada adik-adik kelasnya. Tetapi remaja 17 tahun itu membantah tudingan tersebut bahwa itu bukanlah perintah melainkan hanya meminta bantuan.
Namun saat mendengar jawaban dari FF, tiba-tiba salah satu temannya berinisial AF langsung menampar FF disusul oleh teman-temannya yang lain ikut mengeroyok FF hingga tak berdaya.
Usai dari kejadian itu, FF kemudian berinisiatif melaporkan hal ini ke orang tuanya yang berada di Kota Ternate.
Sesampainya di depan rumah, FF pun langsung terjatuh dengan kondisi wajah memar dan telinga yang mengeluarkan darah. Mulutnya pun langsung mengeluarkan busa dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Prima di Kelurahan Mangga Dua, Kota Ternate.
“Anak kami setelah dilarikan ke Rumah Sakit dan mendapat perawatan medis ia sadar baru lah dia menceritakan kronologis ceritanya,” kata seorang keluarga FF yang berinisial LH saat dikonfirmasi oleh sejumlah wartawan, Salasa, 26 Agustus 2025.
“Sehingga kami memutuskan membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Maluku Utara pada Selasa, 19 Agustus 2025 lalu. Tapi seminggu ini belum ada progres. Kami menanyakan laporan itu, katanya di Polda belum disposisi oleh pimpinan,” sambungnya.
Terpisah, Kepala Sekolah (Kepsek) MAN IC Halmahera Barat, Aminah Latif, saat dikonfirmasi mengaku, pihak sekolah sendiri sudah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pihak orang tua dari terduga pelaku.
“Saya juga kaget saat tahu kejadian ini dari Pak Babinsa. Kejadian malam itu, pembina juga berada di rumahnya, karena kamar lagi direnovasi. Tapi yang jelas pihak terduga pelaku sudah diminta keterangan oleh pihak sekolah,” jelasnya.
Aminah mengaku, hingga saat ini pihak sekolah terus mengupayakan konfirmasi ke korban dan keluarganya agar dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut.
“Dari korban kita masih upayakan, karena awal konfirmasi pihak keluarga korban menyampaikan bahwa nanti bertemu di Polda. Tapi kita upayakan untuk bertemu untuk diminta klarifikasi masalah ini,” paparnya.
Namun, ia membantah bahwa pengeroyokan tersebut melibatkan 20 siswa.
“Pengeroyokan itu tak sampai 20 orang,” singkatnya.
Sementara Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Bambang Suharyono, saat dikonfirmasi via handphone belum juga merespons hingga berita ini dipublikasikan.
_______
Reporter: Musmaulana





