Halmaheranesia – Aisun Salim, korban kekerasan oknum aparat kepolisian saat melakukan aksi demonstrasi “bubarkan DPR” di depan area kantor pemerintahan Kabupaten Halmahera Selatan pada Selasa lalu, 2 September 2025, telah resmi melaporkan masalah itu ke Polres Halmahera Selatan.

Seperti diketahui, sebelumnya peristiwa itu terjadi ketika Aisun Salim bersama massa aksi menyuarakan tuntutan mereka di depan kantor pemerintahan daerah.

Ketegangan mulai terjadi saat aparat mencoba membubarkan aksi secara paksa.

Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu mengaku, saat terjadi ricuh ia sedang tidak berada di barisan paling depan. Namun sontak saja ia kena pukulan dari salah satu oknum polisi yang menggunakan pentungan atau tongkat.

Aisun, yang diketahui sebagai Kabid Pemberdayaan Perempuan Badan Koordinasi HMI cabang Maluku Utara, kemudian didampingi oleh kuasa hukumnya langsung memasukkan laporan polisi tersebut usai kericuhan itu terjadi.

“Iya sudah dilaporkan pada Selasa, 2 September 2025 kemarin,” ujar Fardi Tolonggara, kuasa hukumnya Aisun Salim, Jumat, 5 September 2025.

Fardi mengaku, laporan tersebut kini sudah direspons oleh Polres Halmahera Selatan, dengan mengaku akan bertindak secara profesional dan sesuai prosedural.

Namun, ia menilai tindakan pemukulan oleh oknum kepolisian terhadap massa aksi terlalu berlebihan, terutama kepada seorang perempuan.

“Coba lihat Perkapolri Nomor 7 Tahun 2012 tentang tata cara penyelenggaraan pelayanan, pengamanan, dan penanganan perkara penyampaian pendapat di muka umum. Apakah ada alasan normatif polisi boleh memukul masa aksi? Kan tidak,” tegasnya.

“Kami sangat berharap ini menjadi atensi agar ditindak tegas kepada pelaku pemukulan ke klien kami,” tambahnya.

Selain itu, ia juga merespons pengakuan Kapolda Maluku Utara, terkait pertanggung jawaban dalam menyelidiki insiden kericuhan. Bahkan memastikan pengobatan yang diderita oleh sejumlah korban pemukulan dari aparat kepolisian di Halmahera Selatan.

“Ya kalau itu bagus, kami tim hukum apresiasi langkah Kapolda, semoga tidak hanya omongan belaka,” pungkasnya.

______

Reporter: Musmaulana

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *