Halmaheranesia – Seorang anggota polisi yang bertugas di Satuan Brimob Polda Maluku Utara berinisial Bripda RF menabrak mahasiswi berinisial FS dengan menggunakan sepeda motor. Korban mengembuskan napas terakhirnya saat dilarikan ke Rumah Sakit Islam Ternate.

Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Akehuda, Kecamatan Ternate Utara pada Sabtu, 4 Oktober 2025 sekitar pukul 18.00 WIT. Insiden ini pun terekam lewat CCTV.

Komandan Batalyon (Danyon) A Pelopor Satbrimob Polda Maluku Utara, Kompol. Reinaldo Talo Bulo, saat dikonfirmasi menegaskan saat ini oknum anggota tersebut sudah diamankan.

“Karena untuk menindaklanjuti kecelakaan ini, Bripda RF sedang dalam proses penyelidikan dan penyidikan yang berlangsung cepat. Sehingga keluarga korban bisa mendapat kepastian hukum,” kata Kompol Reinaldo Talo Bulo, Senin, 6 Oktober 2025.

Ia mengaku, terkait dugaan konsumsi minuman keras dalam insiden kecelakaan tersebut, pihak dokter sudah melakukan cek dan tes urine. Pemeriksaan tersebut ternyata tidak menunjukkan adanya alkohol maupun zat berbahaya lainnya.

“Hasil tes dari terduga pelaku terkait narkoba dan miras, tidak ada sama sekali alias negatif,” katanya.

Pihaknya memastikan akan memproses oknum anggotanya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Selain diproses secara kode etik, Bripda RF juga akan diproses secara pidana.

Anas, mewakili keluarga korban kepada sejumlah wartawan mengaku, pihak keluarga sudah mengikhlaskan atas meninggalnya FS.

“Jadi saat pihak keluarga Bripda RF mau tanggung jawab, kami sekeluarga bersepakat tidak akan memperoses secara hukum ke Bripda RF,” ujarnya.

“Sehingga kami juga mau apa yang ditawarkan oleh mereka, bahwa akan siap membiayai kuliah adik dari korban yang saat ini masih di bangku pendidikan,” sambungnya.

Sementara itu, orang tua dari Bprida RF mengaku sangat prihatin dengan peristiwa itu. Sebagai orang tua, pihaknya sangat berduka atas meninggalnya FS.

Kendati begitu, pihaknya tidak akan tinggal diam dan siap bertanggung jawab sepenuhnya atas kecelakaan yang dilakukan oleh anaknya.

“Kami meminta maaf dan akan bertanggungjawab semuanya kepada keluarga korban. Tapi kasihan dugaan mabuk yang tersebar bahwa anak kami (Bripda RF) mengendarai sepeda motor dengan mabuk itu tidak benar. Karena sebelum kejadian, Bripda RF dari rumah menuju ke barak untuk melaksanakan salat magrib. Jadi saya mohon, saya siap bertanggung jawab dengan pembuktian hitam di atas kertas putih,” pungkasnya.

____

Reporter: Musmaulana

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *