Halmaheranesia – Warga Desa Wayamli, Kecamatan Maba Tengah, Halmahera Timur, memblokade aktivitas tambang nikel PT Sembaki Tambang Sentosa (PT STS) pada Senin, 21 April 2025 lalu.
Aksi ini dilakukan karena diduga aktivitas penambangan perusahaan telah masuk ke wilayah adat Kimalaha tanpa izin.
Aksi tersebut dipimpin langsung Kimalaha Wayamli, Ahmad Hi Djaim. Masa menuntut penghentian operasi, ganti rugi atas kerusakan lahan adat seluas lebih dari 20 hektar, dan penyerahan dokumen Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPKH). Namun, pihak manajemen PT. STS tidak hadir memberikan penjelasan.
Aksi sempat diwarnai ketegangan antara warga dan karyawan perusahaan. Pihak Polres Halmahera Timur yang tiba sejak pukul 10.00 WIT berhasil meredakan situasi.
Kasubsi Humas Polres Halmahera Timur, IPDA Ajwan Maradjabessy, mengatakan situasi berhasil dikendalikan dan tidak terjadi pengrusakan terhadap fasilitas perusahaan.
“Sebelum jam 10 kami sudah berada di lokasi. Perkembangan lebih lanjut akan diinformasikan kemudian,” ujar IPDA Ajwan saat dikonfirmasi halmaheranesia, Selasa, 22 April 2025.
Sementara itu, Ahmad Hi Djaim mengatakan bahwa masyarakat adat Wayamli membawa tiga tuntutan utama dalam aksi tersebut, yakni mendesak PT STS menghentikan eksploitasi di wilayah adat Kimalaha Wayamli.
“Menuntut ganti rugi atas kerusakan lahan adat dan meminta perusahaan menghadirkan dokumen fisik Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPKH),” tegasnya.
“Mereka (PT STS) mulai operasi di tanah adat tanpa sosialisasi sama sekali. Kami akan tetap di sini dan tidak akan mundur sampai tuntutan kami dijawab oleh pihak perusahaan,” sambungnya.
Ia menambahkan, ini merupakan kali kedua masyarakat melakukan aksi serupa, namun hingga kini belum ada tanggapan dari PT STS.
Ahmad juga menegaskan bahwa kerusakan hutan adat yang dijaga turun-temurun oleh masyarakat merupakan pelanggaran serius.
“Masuk wilayah adat tanpa izin sama saja dengan mencuri. Perusahaan harus bertanggung jawab, tidak hanya kepada masyarakat lingkar tambang, tapi juga kepada tanah adat yang telah dirusak,” tandasnya.





