Relokasi
Rumah-rumah tua pagar-pagar beton
jalanan berdebu mengudara di langi-langit tak berhati
sedangkan orang-orang beranjak riang
di kaki langit sore senja memerah
seekor tikus disangkar besi penguasa merakus
kekasih burung gagak itu membentangi langit menjadi gelap
ingin keluasan dan kebebasan
menerjang pohon-pohon bagai melawan tangan Tuhan
siapa yang peduli?
karena dalam arena penambang telah menanggalkan debu
tentu kita bertanya
untuk siapa niat baik saudara?
Sedangkan kita telah hidup disangkar besi
tikus-tikus dan burung gagak yang rakus
bertahtah di atas bukit kepala penguasa
dan di dalam volusi udara panas
daun-daun berdebu
rumah-rumah berdebu
makanan berdebu
tempat tidur berdebu
debu-debu kini telah disandarkan pada kesedihan
tak ada pilihan,
lembaga-lembaga suwadaya dan CSR bersiasat
surat-surat kabar dan pamplet bertuliskan;
tukar guling bukan tukar untung apalagi tukar rugi
kemudian dengan serentak mereka medesak relokasi!
dan berbarengan dengan suara-suara aneh dari mulut mereka tersebarlah bau siasat itu
yang perlu dicegah dengan segera.
(2025)
Bukit Kakawahi
Aku menumpangi spit bersama para pekerja tambang
Melintasi selat-selat pulau bukit Kakawahi
ada pohon-pohon yang gugur dimedan para penambang
dan burung, ular, babi ikut gugur gugur semua.
mulut ekscavator itu bagai dengan rakus melahapnya seluas lautan
pula kapal-kapal besar
ada takbot dan tongkang berlabuh di sepanjang laut
siap-siap mengangkut ore nikel
laut tercemar. Ikan-ikan ikut gugur gugur semua
saat senja mereka, memerah mewarnai lautan pasang aku masih terus geram.
tentu kita bertanya
Untuk siapa kehidupan di laut dan bukit Kakawahi ini?
Pada siapa kebenaran dan cinta akan berpijak?
Presiden, para politisi, para serdadu, para akademisi, gubernur atau bupati? tidak.
Pohon-pohon, burung, ular, babi, ikan dan lainnya sudah gugur di bukit Kakawahi sia-sia.
(2025)
Kedai Mecca
Aku meruang dan mewaktu di kedai Mecca
Berhari-hari hingga menghalu petang
hal-hal yang telah menanggalkan jejak-jejak rindu untuk para lelaki pemikat hati perempuan malam
dengan sabar perempuan-perempuan menanti seharian atau sudah berhari-hari berteman sepi
kesepian yang menakutkan
lelaki tak kan kuat menahan iba dan hasrat dalam sunyi
mereka tetap datang dan pergi begitu saja lalu mencibir ditengah malam sunyi:
dasar perempuan janda, pelacuran.
demi kepuasan hasrat mereka cukup lumayan mengibur, katanya.
Aku membatin ditengah malam sunyi yang agung
Ingin menulis puisi-puisi dan sajak-sajak cinta
Kepada mereka untuk menjadikannya rima.
(2025)
Dalam Bayang-Bayang Kesepian
Saat kulipat jarak angin mendesah
Bayangmu datang menghampiri mataku
dikau tak akan mengerti tentang makna kesepian bagai kata-kata yang kehilangan ibunya di kaki langit
cinta yang telah tanggal adalah kenangan lama dan angin malam beruntai.
menyisir rambutku
kini hari-hariku bagai nestapa dan kelam
dikau menggerang, menjelma kegelapan dengan murka menghisap udara kehidupan
tapi tak kuasa menahan rindu
Wajahmu memerah dan mengarang dusta
Dalam bayang-bayang kesepian ada gelagatmu yang berhari-hari telah menyusuri kehidupanku
(2025)
Pesta Ronggeng
anak-anak muda di desa duduk melingkar bersilang gelas
bir, cap tikus dan anggur
“musik, musik, musik..!”
“hanya musik, alkohol dan cinta yang memabukan..!”
lalu berpesta ronggeng dirayakannya hingga petang dengan gembira mengasyikan.
Mereka bersorak-sorak dan suara-suara musik dj dan dangdut
bertandang kemana-mana kacau dan berantakan
Aku terusik
mengira mereka adalah anak-anak malang yang takut kehilangan dunia malam
atau jauh dari perhatian dan cinta teman sebaya, keluarga, dan perempuan berjarak.
atau barangkali menghalau masa depannya
(2025)
Sajak Tuhan yang Agung
Tuhan yang Agung
malam ini tempurung kepalaku pecah
langit mendung di desa
tubuhku terbaring dalam kesedihan
bagai sesuatu telah menimpahku
Aku menjadi semakin kacau.
hari-hari telah sepi.
sesering membual dalam sunyi
takkaruang di malam hari kacau.
Bila ingin mencari makna kesepian bimbinglah Aku, Tuhan
Untuk menyelami kesepian dengan tabah dan benar-benar
dikau takkan mengerti.
atas jiwa-jiwa yang lama pergi bertahun-tahun.
bila itu cinta barangkali akan menjurus suatu penanda
atau maut lebih jujur dari cinta.
O, Tuhan inikah teka-teki kehidupan!
dalam tidur Aku terusik mimpi-mimpi keabadian dan kefanaan bagai syair-sayair sufi dan penyair cinta
yang merindukan peluk Mu
Tuhan yang Agung
pandanganku gelap dan samar-samar
tak ada lagi yang kupahami selain merindukan Mu
kini telah kulipat jarak
tak ada kerumunan, keluarga, teman sebaya atau barangkali dunia
aku ingin menjadi aku sebagaimana aku yang kau serukan lewat sajak-sajak cinta Mu
(2025)





