Halmaheranesia – Lembaga Perhimpunan Pelestari Burung Liar Indonesia (Burung Indonesia) bersama Komunitas Pecinta Alam Sibela (KOMPAS) Halmahera Selatan menyelenggarakan Festival Konservasi Satwa Liar Maluku Utara di Zero Point Kota Labuha, Pulau Bacan, Halmahera Selatan. Festival akan berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 10 hingga 12 Juli 2025.
Terdapat sejumlah rangkaian acara selama festival berlangsung, di antarnya pameran foto keanekaragaman hayati; kreasi mewarnai ilustrasi burung untuk anak-anak, pameran organisasi pemuda pemerhati lingkungan, lomba baca puisi bertema lingkungan oleh siswa SD, dan talk show terkait pelestarian keanekaragaman hayati.
Selain itu akan ada peluncuran film dokumenter berjudul “Kicau Kosa” dan “Burung Terkhir dari Gandasuli” yang diproduksi oleh Burung Indonesia dan The Society ofIndonesian Environmental Journalists (SIEJ), yang menceritakan kisah pelestarian keanekaragaman hayati berbasis masyarakat di Maluku Utara.
Koordinator Program Halmahera Burung Indonesia, Benny Siregar, mengatakan festival ini merupakan bagian dari kegiatan Merayakan Keberagaman Burung Indonesia (MKBI) yang bertujuan untuk mempromosikan pentingnya pelestarian burung dan keanekaragaman hayati di Indonesia.
Festival ini, kata Benny, menjadi ajang perayaan yang menggabungkan unsur advokasi, penyadartahuan, dan apresiasi terhadap penggiat lingkungan, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan membangun jejaring konservasi.
“Sejak tahun 2023, Burung Indonesia di Halmahera telah berkolaborasi dengan organisasi pemuda yang aktif dalam gerakan lingkungan hidup untuk menyelenggarakan MKBI yang digelar dalam bentuk festival.” ujarnya.
Di akhir acara festival akan ada penganugerahan KehatiMUAward ke 3. KehatiMU Award merupakan penganugerahan penghargaan kepada organisasi atau komunitas masyarakat di Maluku Utara yang telah menunjukan kiprah dan dampak nyata bagi pelestarian keanekaragaman hayati di Maluku Utara.





