Halmaheranesia – Kuasa hukum dari salah satu orang tua siswa SMA Negeri 5 Halmahera Barat meminta pihak sekolah mengambil langkah tegas.
Sebelumnya, insiden ini berawal dari sekelompok orang yang diduga menyerang beberapa siswa di halaman sekolah. Aksi ini pun terekam lewat rekaman video pada Jumat lalu, 14 November 2025.
Akibat dari kejadian tersebut, salah satu orang tua siswa bernama Rinto langsung melaporkan ke pihak kepolisian lantaran anaknya ikut menjadi korban.
“Kalau antara sesama siswa yang terlibat pemukulan, kita dari pihak keluarga akan mengikuti proses penyelesaian dari sekolah. Namun masalah ini ada masyarakat dari luar pukul siswa, jadi pihak sekolah harus ambil langkah tegas juga,” ujar Fredi M Tompoh, kuasa hukum salah satu orang tua siswa.
Ia juga berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara turun ke sekolah dan mengevaluasi masalah ini.
Kepala SMA Negeri 5 Halmahera Barat, Ifana Rusdi, ketika dikonfirmasi mengaku, masalah dugaan pemukulan yang melibatkan para orang tua siswa itu sudah melalui penyelesaian secara kekeluargaan.
Penyelesaian tersebut, kata Ifana, ditegaskan melalui proses pembuatan surat pernyataan dan permintaan maaf kemudian disaksikan oleh sejumlah orang tua siswa hingga para guru.
“Artinya kalau pihak dari keluarga siswa sudah buat laporan ke polisi, itu bukan sudah ranah kami, karena kami hanya bisa selesaikan di sekolah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Hi. Abdullah, ketika dikonfirmasi mengaku belum mendapat laporan tersebut.
“Saya belum dapat laporan dari sekolah, tapi saya tanya Kabid dan langsung cek ke lokasi,” tandasnya.





