Koncodata – Banjir bandang dan longsor pada 7 Januari 2026 mengakibatkan sejumlah wilayah di Maluku Utara terkena dampak. Tercatat sebanyak 3 korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi karena intensitas curah hujan yang tinggi.

Hujan deras yang berlangsung dalam kurun waktu cukup lama menyebabkan meluapnya aliran air dan menggenangi permukiman warga serta memutus akses jalan di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut mengakibatkan kerusakan material dan korban terdampak yang cukup besar.

Tim koncodata (divisi data halmaheranesia) mengolah informasi tentang jumlah lokasi terdampak bencana, banyaknya korban dan kerusakan material akibat bencana yang melanda sepanjang Januari ini.

Halmahera Barat

Wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Halmahera Barat meliputi 7 kecamatan dengan total 27 desa yang terkena dampak langsung. Kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Ibu, Sahu Timur, Tabaru, Kecamatan Ibu, Ibu Selatan, Loloda, serta Kecamatan Loloda Tengah.

Dari kejadian ini, terdapat 2 korban meninggal dunia di Desa Soasio, Kecamatan Loloda. Sebanyak 892 kepala keluarga (KK) atau sekitar 3.790 jiwa terdampak langsung akibat diterpa bencana.

Kerugian materil akibat banjir dan longsor mengakibatkan 293 unit rumah terdampak, dengan rincian 79 unit rumah rusak berat, 41 unit rusak sedang, dan 286 unit rumah rusak ringan. Selain itu, 1 unit ruko mengalami kerusakan berat akibat tergenang air bah, serta memutus akses jalan dan jaringan komunikasi.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di wilayahnya hingga 27 Januari 2026 karena masih banyak rumah warga yang rusak tertimbun material akibat banjir.

Halmahera Utara

Bencana hidrometeorologi di Halmahera Utara mengakibatkan 5 kecamatan dengan total jumlah desa sebanyak 22 desa yang terkena dampak langsung. Kelima kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Loloda Utara, Galela Utara, Galela Selatan, Galela, dan Kao Barat.

Terdapat 1 orang korban meninggal dunia di Desa Pelita, Kecamatan Galela Utara. Sebanyak 1.286 KK atau sebanyak 5.333 jiwa terkena dampak langsung akibat banjir dan longsor.

Bencana ini membuat 1.216 unit rumah terendam banjir. Dengan rincian kerusakan, sebanyak 20 unit rumah rusak berat, 1 unit rumah rusak sedang, dan 2 rusak ringan.  Selain itu, terdapat 11 unit fasilitas umum ikut terkena imbas akibat bencana tersebut.

Kerusakan juga mengakibatkan terputusnya jembatan penghubung Desa Posi Posi – Tate, dan jembatan penghubung Galela – Loloda di Kali Aru Desa Dodowo. Di beberapa titik di wilayah Loloda Utara, longsor juga turut membuat badan jalan tertutup dan tak bisa dilewati kendaraan.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara telah menetapkan status tanggap darurat untuk wilayahnya berlaku selama 14 hari, terhitung sejak 7 Januari hingga 20 Januari 2026.

___

Penyusun: Rifal Hi Abdullah

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *