Halmaheranesia – Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, memimpin rapat koordinasi penanganan darurat bencana pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,3 di Maluku Utara, Kamis, 1 April 2026.
Rapat koordinasi tersebut digelar melalui Zoom Meeting bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
Rakor turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, para Asisten Sekda, serta Kepala Pelaksana BPBD Kota Tidore Kepulauan.
Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, menjelaskan situasi pascagempa di wilayah Tidore relatif terkendali. Berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat korban meninggal dunia maupun luka-luka.
“Sebagian warga di wilayah pesisir melakukan evakuasi secara mandiri sebagai langkah antisipasi,” kata Ahmad Laiman.
Ia menyebutkan, terdapat beberapa rumah warga yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang, dengan jumlah kurang dari sepuluh unit. Sementara itu, data kerusakan sarana vital seperti jalan, jembatan, dan fasilitas pendidikan masih dalam proses pendataan.
Ahmad juga menambahkan, Rumah Sakit Daerah Kota Tidore mengalami retakan pada dinding bangunan. Namun, pasien dan tenaga medis telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
“SOP evakuasi sudah disiapkan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Data lanjutan akan terus kami informasikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BNPB RI Letjen TNI Dr. Suharyanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dalam rapat koordinasi penanganan darurat bencana gempa bumi.
“Kami memahami bahwa gempa bumi dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga semua pihak harus selalu siap siaga. BNPB berkomitmen mendukung upaya pemerintah daerah dalam penanganan bencana ini,” ungkapnya.
Suharyanto menuturkan, BNPB telah menerima laporan dari lapangan dan menilai situasi saat ini relatif terkendali, namun tetap perlu kewaspadaan.
“BNPB juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dalam melakukan evakuasi warga dan penanganan dampak gempa bumi,” pungkasnya.





